Posted by: Rumah Sains ilma | August 17, 2011

Bocah-bocah Itu Ngabuburit dengan Belajar Sains

Jakarta – Menunggu waktu buka puasa tiba sambil belajar? Mengapa tidak. Ratusan anak-anak yatim dan dari kelurga kurang mampu bersemangat belajar sains untuk ngabuburit. Mereka pun terlihat sangat antusias.

Sekitar 200 anak bergabung dalam kegiatan Sains Ramadan 1432 H yang digelar oleh Rumah Belajar SMART 10 bekerja sama dengan Rumah Sains ILMA Pasar Minggu pada Sabtu (13/8/2011) sore kemarin. Acara berlangsung di Masjid Nurul Amal, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Rumah Belajar SMART 10 merupakan sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan. Mereka mengajarkan anak-anak tiga pelajaran yang paling diutamakan misalnya bahasa Arab, bahasa Inggris, dan matematika. Organisasi ini tidak memungut biaya sepeser pun karena bergerak dalam bidang sosial dakwah.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan pembacaan tata tertib kegiatan dan dilanjutkan dengan pembacaan Al Qur’an. Setelah berbagai sambutan oleh pihak panitia dan sponsor, acara dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah.

Usai salat, anak-anak dikumpulkan di aula yang berada di luar masjid untuk melihat peragaan sains oleh Rumah Sains ILMA. Mereka diperkenalkan berbagai percobaan ilmiah seperti membuat lem dengan bahan-bahan yang sederhana dan dengan cara yang sederhana.

Empat anak menjadi sukarelawan untuk melakukan percobaan itu. Anak-anak pun terlihat antusias melihat keajaiban sains tersebut. Mereka bersorak-sorak ingin tahu mengapa benda cair bisa berubah menjadi benda padat.

Acara ini bertujuan agar anak-anak bisa menyaksikan peragaan sains yang bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari. “Kami berharap agar mereka bisa mencintai dunia sains karena selama ini sains bukanlah sesuatu yang awam bagi anak-anak,” ujar Laily Kurniyati, ketua Rumah Belajar SMART 10 dan ketua acara ini.

Acara yang berlangsung di bulan Ramadan ini sekaligus mengisi waktu kosong anak-anak menunggu azan maghrib. Sebab acara untuk anak-anak selama ini hanya sekadar mengajak anak-anak menggambar atau mewarnai, sehingga anak-anak bosan.

“Dengan adanya kegiatan sains ini, tentunya merupakan hal yang baru bagi anak-anak,” lanjut Laily.

Kemudian anak-anak juga melakukan percobaan sendiri-sendiri. Mereka dibekali seplastik alat-alat seperti koin, karton, lilin, gelas, dan double selotip. Percobaan pertama yaitu meletakkan karton di atas tangan dan koinnya diletakkan di atas karton. Anak-anak harus menyentil karton dan koin yang berada di atas karton tidak boleh jatuh ke lantai tetapi jatuh ke tangan. Di awal percobaan, mereka merasa kesulitan tetapi kemudian mereka ketagihan mencobanya.

Tahun lalu, Rumah Belajar SMART 10 juga pernah mengadakan acara serupa dengan tema yang berbeda. Kegiatan seperti ini bermanfaat bagi anak-anak. Selain mengisi waktu kosong sambil ngabuburit menunggu buka puasa, tentunya anak-anak bisa lebih mengenal dunia sains.

Sumber : http://ramadan.detik.com/read/2011/08/14/131401/1703384/631/bocah-bocah-itu-ngabuburit-dengan-belajar-sains


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: