Posted by: Rumah Sains ilma | July 29, 2011

Kami Tak Bisa Mencetak Juara Olimpiade Sains

Beberapa kali kami diminta sekolah untuk membimbing siswa-siswinya agar siap mengikuti olimpiade sains. Tak sekadar mengikuti, melainkan juga menjadi juara. Tampaknya memiliki juara-juara olimpiade merupakan pajangan yang sangat didambakan oleh sebagian sekolah. Pajangan yang dapat dipertontonkan dan diceritakan dengan kebanggaan, yang pada akhirnya berbuah kepada kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Tampaknya, konstelasi dunia pendidikan kita masih seperti itu.Seharusnya, sebagai sebuah lembaga bisnis, kami memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen yang demikian itu. Tapi kami tak bisa. Ada alasan mengapa tahun 2003 lalu kami memulai usaha ini. Tak sekadar mencari uang, melainkan ada nilai yang hendak kami perjuangkan. Jika Tuhan berkenan, hingga titik darah yang penghabisan.
Yang hendak kami tawarkan kepada dunia pendidikan di negeri terkasih ini, adalah kegembiraan di dalam bermain dan belajar sains. Sains adalah dunia yang menyenangkan. Anak-anak sejatinya adalah para penyuka ilmu pengetahuan. Hampir tak pernah kita jumpai ada anak yang tak suka mengamati dan bertanya, dua sifat dasar seseorang yang gandrung ilmu pengetahuan.
Ya, gandrung dengan ilmu pengetahuan. Itulah yang hendak kami kembalikan kepada dunia anak-anak. Kegembiraan yang, mungkin tanpa sengaja, dirampas oleh orang dewasa dalam bentuk pembelajaran sains yang kering dan nyaris didominasi oleh hapalan di banyak sekolah kita.
Kami tak bisa mencetak juara olimpiade sains. Sila sekolah menghubungi lembaga-lembaga lain yang memiliki kompetensi untuk itu. Kami di sini saja, mengajak sesiapa saja yang bersedia menjadikan “bermain sains” sebagai kebiasaan anak-anak kita. Mengajak sesiapa saja yang berkenan membangun budaya berpikir ilmiah di kalangan generasi belia kita. Kami percaya, bahwa Indonesia yang inovatif di dunia sains dan teknologi akan lebih realistis kita capai jika berpikir dan berkarya ilmiah sudah menjadi tradisi di kalangan anak-anak kita. Seperti Brasil yang mudah saja menemukan bintang-bintang sepakbola, oleh karena bermain bola sudah menjadi kebiasaan yang menggembirakan bagi anak-anak di sana.


Responses

  1. Senang sekali membacanya. Kagum dan bangga dengan idealismenya ^_^.

    • Terima kasih. Mudah-mudahan bisa saling menguatkan untuk Indonesia yang lebih baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: