Posted by: Rumah Sains ilma | April 6, 2010

Bunga Liar di Tepi Pantai

Salah satu kebiasaanku ialah membawa peralatan sains sederhana jika keluar kota. Tak terkecuali ketika kami sekeluarga berlibur ke Ujung Genteng Sukabumi, pada musim libur akhir tahun kemarin.
Pagi hari, ketika berjalan meyusuri pantai, aku menjumpai sejenis tanaman liar merambat dengan bunga berwarna merah ungu. Perasaanku memperkirakan bahwa ada “sesuatu” yang bernilai sains pada bunga itu. Segera kupetik sejumlah kuntum bunga untuk dibawa ke penginapan.
Langkah pertama kucoba melarutkannya di air biasa. Ternyata tak larut. Kemudian kuganti dengan alkohol. Berhasil. Segera saja aku memperoleh cairan berwarna merah ungu. Sesudah itu kucampur cairan itu dengan larutan soda kue. Warna berubah menjadi hijau. Kucampur dengan larutan asam sitrat, warnanya menjadi merah cerah. Benar perkiraanku. Ekstrak bunga liar itu berfungsi sebagai indikator asam basa. Hasil ini menjadi tambahan semangat dari obsesi lamaku : menyusun eksperimen sains berbasiskan kekayaan lokal. Supaya semua anak Indonesia bisa bermain sains dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan mereka. Ayo, main sains!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: