Posted by: Rumah Sains ilma | April 6, 2010

Pendeteksi Banjir dari Jiwo

Kreasi anak dengan barang yang ada. Bisa dipakai di Kampung Melayu.

JAKARTA – Kertas dan pena diterima seorang bocah dengan penuh gairah. Duduk di sebuah anak tangga, di belakang keramaian sebuah acara diskusi tentang pentas kreasi anak yang bisa menjadi langkah awal menuju prestasi internasional, Jiwo, bocah itu, berusaha menerangkan hasil eksperimennya sejelas mungkin kepada Tempo.

Jiwo atau Katili Jiwo Adi Wiyono, 10 tahun, pada Rabu lalu diperkenalkan kembali oleh majalah ilmu pengetahuan dan teknologi anak Orbit dan Nestle Dancow, yang ingin menggelar kembali Pentas Kreasi Anak Indonesia pada 23 November mendatang di Taman Mini Indonesia Indah. Jiwo adalah alumnus jawara pentas ini dua tahun lalu di bidang percobaan ilmu pengetahuan alam. “Kami sengaja menampilkan Jiwo karena karyanya sangat relevan dengan kondisi sekarang,” ungkap Rida Permata Sari dari Orbit.

Ada kaleng cat bekas, dua bilah kayu, untaian kabel, sepasang lembaran seng, batu baterai, serta bola lampu yang digambar Jiwo di atas kertas. “Kalengnya diberi lubang, dan kayunya ditancapkan dalam Styrofoam di dasar kaleng,” begitu penggalan penjelasannya.

Tak lama kemudian, ia sudah memberikan sketsa secara utuh yang disebutnya alat pendeteksi banjir. Jiwo menuturkan, kaleng bisa diletakkan di tepi sungai semacam Ciliwung di bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Di sana banjir rutin mengunjungi permukiman setiap kali air sungai meluap. “Ketika sungai meluap, airnya masuk ke dalam kaleng dan membuat styrofoam, di mana kayu tertancap di atasnya, mengapung,” dia menjelaskan.

Semakin tinggi muka air dalam kaleng–yang melukiskan kenaikan muka air sungai, kayu akan membawa selembar seng di ujungnya beradu dengan seng lain yang dipasang menggantung. Seng beradu, arus listrik mengalir menyalakan bola lampu, yang pada gilirannya mengirim isyarat bahwa banjir siap datang.

Kalau sudah begitu, untuk kasus di Kampung Melayu, warga bisa jadi tak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada pengumuman dari bendungan Katulampa di Bogor. Mereka bisa punya indikatornya sendiri yang lebih pasti untuk berkemas dan naik ke lantai atas.

“Tapi kenapa kaleng di sini tidak ada lubangnya,” Tempo mencoba menyela penjelasan Jiwo. “Ini kan buat demo, nanti kalau pakai lubang airnya bisa membasahi meja,” jawabnya, “nanti saya praktekkan dengan cara menuang air ke dalam kaleng saja.”

Begitulah Jiwo, yang sekarang duduk di bangku sekolah dasar kelas V di SDN Semplak II, Bogor, mencoba mereka ulang karyanya dua tahun lalu. Ya, dua tahun lalu berarti Jiwo masih duduk di bangku kelas III. “Saya senang membuat alat-alat setelah ikut les sains,” tuturnya.

Untuk menyulap kaleng bekas dan styrofoam menjadi pendeteksi dini bahaya banjir, Jiwo memang mengakui adanya unsur keterlibatan guru les dan ayahnya, Hendar Wiyono. Tapi kreativitas bocah berkulit gelap itu terbukti dengan beragam mainan yang pernah dibuat dan dibongkarnya. “Di rumah banyak mainan, tapi berantakan semua,” ujar Hendar.

“Eksperimen” lain yang cukup berkesan bagi Jiwo adalah mainan bertenaga air buatannya. Dalam mainan itu ia lagi-lagi menggunakan barang bekas, yakni botol plastik air mineral, botol plastik film, tutup botol, plastik keras, dan lidi.

Tempo mencoba mereka ulang penuturannya. Jiwo rupanya memperhatikan itu. Kali ini ia tidak menunggu tawaran, tapi langsung mengambil kertas dan pena untuk membuatkan sketsa. “Air dibuat menetes dari botol film dan jatuh ke kincir. Kincir yang bergerak memutar roda dari tutup botol,” dia menerangkan.

Hendar senyum-senyum melihat kelakuan putra sulungnya itu sambil sesekali merekam dalam ponselnya. Bekas teknisi di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) yang sempat mencari pekerjaan ke Korea dan kini bermuara sebagai pedagang itu jelas sekali terlihat bangga. “Kemampuan untuk bisa berkreasi dengan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar seperti ini bisa berguna dalam merespons kehidupan,” begitu katanya. WURAGIL

(Koran Tempo, 21 November 2008)


About these ads

Responses

  1. Subhanallah…jiwo cikal bakal ahli sains penyelamat negeri ini….

    • Amiin

  2. subhanallah kelebihan yg diberikan kepada anak bapak
    semoga berkat dan bermanfaat bagi umat manusia
    kalau boleh tau bagaimana bapak mendidik anak bapak supaya menjadi kreatif seperti itu? terima kasih pak..

    • Jiwo adalah salah seorang anak yang pernah beberapa tahun ikut klub sains ilma. Mudah-mudahan Jiwo kelak tumbuh menjadi orang Indonesia yang hebat dan bermanfaat luas bagi bangsanya

  3. mudah2han cita2 jiwo bisa terwujud amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers

%d bloggers like this: